IKUTI
News
  • 8 bulan yang lalu / Temukan dan pilih paket tour dan promo wisata terlengkap dengan harga terjangkau dengan pelayanan prima di Bali
Mengenal Makna Penjor di Bali; fungsi, unsur dan jenisnya
Kategori : News - Post View : 53 views
12
Apr 2021

Mengenal Makna Penjor di Bali; fungsi, unsur dan jenisnya

Mengenal Makna Penjor di Bali dan fungsi, unsur serta jenisnya. Penasaran dengan tradisi menghias batang bambu kemudian di pasang di depan Rumah bagi orang Bali? Terutama akan ditemukan saat upacara keagamaan seperti Galungan & Kuningan, dan Upacara keagamaan di pura-pura besar maupun kecil di Bali.

Penjor terbuat dari batang bambu lengkap sampai ke lengkungan ujung bambunya. Biasanya dibuat setinggi 10 meter yang menggambarkan sebuah gunung tertinggi.

Batang bambu ini dihiasi dengan berbagai hiasan janur dilengkapi dengan hasil-hasil bumi, seperti; kelapa, janur, buah-buahan, daun-daunan, pala bungkah, tebu, kue, serta kain putih.

Pada saat hari raya Galungan & Kuningan masyarakat hindu Bali akan memasang pejor di depan rumahnya masing-masing. Karena penjor merupakan syarat keagaaman sebagai simbol sebuah Gunung.

Dan gunung sendiri merupakan stana Tuhan dengan berbagai manisfestasinya. Oleh sebab itu, setiap gunung di Bali dibangun sebuah pura, apakah itu pada puncaknya ataupun lerengnya.

Seperti contoh, adalah Gunung Agung terdapat pura Besakih di lereng Gunung. Karena kondisi yang tidak memungkinkan membangun pura di puncak. Tetapi bila memungkinkan, pura tersebut akan di bangun di puncak gunung, seperti di Gunung Lempuyang.

Mengenal Makna Penjor di Bali; fungsi, unsur dan jenisnya

Jenis jenis Penjor yang ada di Bali

Bagi masyarakat Bali ada perbedaan mendasar pada penjor, sesuai tempat dan tujuan pembuatannya.

1. Penjor upacara

Penjor ini dibuat selengkap mungkin dengan mengikuti tata aturan keagamaan umat Hindu.
Seperti ditemukannya kain putih, bambu, kelapa, janur, buah-buahan, daun-daunan, pala bungkah, dan tebu. Semua unsur ini memiliki makna masing-masing yang terhubung langsung dengan sang Hyang Widi sang Pencipta beserta ciptaan-Nya.

2. Penjor hiasan

Dari segi kelengkapan penjor hiasan biasanya di buat seindah mungkin untuk mewarnai sebuah acara, namun tidak dilengkapi dengan unsur-unsur yang ada di penjor upacara.

Penjor hiasan biasanya dipasang saat ada acara pesta, perlombaan desa, ataupun pesta seni. Yang dimunculkan dalam penjor perhiasan ini adalah unsur kemeriahan, sebab penjor memang sarat akan acara besar.

Tujuan Pemasangan dan fungsi Penjor Galungan ( upacara )

Berbicara tentang penjor yang dibuat saat hari raya Galungan melambangkan pertiwi bhuwana Agung dan simbol gunung yang memberikan kesejahteraan dan keselamatan. Pemasangan penjor  sebagai wujud rasa bakti dan berterima kasih kepada Sanghyang Widi Wasa ( Tuhan ) atas kemakmuran yang dilimpahkannya.

Bambu tinggi melengkung adalah gambaran dari gunung yang tertinggi sebagai tempat yang suci. Hiasan yang terdiri dari kelapa, pisang, tebu, padi, jajan dan kain adalah merupakan wakil-wakil dari seluruh tumbuh-tumbuhan dan benda sandang pangan yang di karunia oleh Hyang Widhi Wasa.

Baca Juga : 10 Daftar Tempat Wisata Instagramable di Bali yang lagi hits di kunjungi

Yang digambarkan sebagai bentuk wujud naga Basuki dan Ananta Boga. Jadi Penjor di Bali berfungsi sebagai sarana perlengkapan upakara yang memiliki nilai dan makna yang sakral dan dalam pembuatannya harus memperhatikan unsur-unsur ataupun alat-alat yang dipakai melengkapi penjor tersebut.

Penjor bisa dibuat seindah atau seseni mungkin sesuai dengan kemampuan, atau bahkan dibuat dengan sederhana sesuai kemampuan, situasi dan kondisi, namun yang tidak bisa dikurangi adalah unsur perlengkapannya.

Mengenal Makna Penjor di Bali; fungsi, unsur dan jenisnya

Unsur-Unsur dan Makna Simbol yang terdapat pada Penjor Galungan

Dalam pembuatan penjor upacara, harus tersedianya unsur-unsur penting ini. Setiap unsur yang ada memiliki makna simbol

  1. Bambu yang di bungkus ambu/kain kasa, simbol kekuatan Dewa Maheswara
  2. Kain putih kuning, simbol kekuatan Dewa Iswara
  3. Sampian, simbol kekuatan Dewa Parama Siwa
  4. Janur, simbol kekuatan Dewa Mahadewa
  5. Kue (jaja uli +gina), simbol kekuatan Dewa Brahma
  6. Kelapa, simbol kekuatan Dewa Rudra
  7. Pala bungkah, pala gantung, simbol kekuatan Dewa Wisnu
  8. Tebu, sebagai simbol kekuatan Dewa Sambu
  9. Plawa, simbol kekuatan Dewa Sangkara
  10. Sanggah Cucuk, simbol kekuatan Dewa Siwa
  11. Lamak, simbol Tribhuana
  12. Banten Upakara sebagai simbol kekuatan Dewa Sadha Siwa
  13. Klukuh berisi pisang, tape dan jaja, simbol kekuatan Dewa Boga
  14. Ubag-abig, simbol Rare Angon
  15. Hiasan cili, gegantungan, simbol widyadari
  16. Tamiang, sebagai simbol penolak bala atau kejahatan

Setelah Penjor di buat kemudian di pasang di depan pekarangan rumah, kantor, ataupun tempat usaha. Tepatnya di sebelah kanan pintu masuk, sanggah atau lengkung dari penjor mengarah ke jalan.

Bila rumah yang menghadap ke Timur, maka penjor tersebut dipasang di sebelah Selatan. Sedangkan bagian depan penjor dipasang sebuah sanggah cucuk setinggi sekitar 1.5 meter sebagai perlambang Ardha Candara.

Yaitu sebuah sanggah yang bagian bawah segi empat atapnya melengkung setengah lingkaran, bentuknya seperti bulan sabit. Kemudian pada ujung penjor (ujung bambu) di pasang sebuah sampian penjor lengkap dengan bunga, porosan, kwangen, sesari 11 uang kepeng.

Mau tau lebih banyak tentang adat budaya, keindahan alam Bali, rencanakan perjalanan anda bersama Balitripon.com – The Tour Partner in Bali, tim ramah dan berpengalaman dengan harga terjangkau

Nah itu dia sedikit penjabaran tentang makna penjor di Bali, Unsur – unsur yang terdapat di dalam pembuatan penjor upacara maupun penjor hiasan. Sampai ketemu di artikel berikutnya.

21 April 2021

Tempat Wisata di Bali yang Sudah Buka dan Harga Tiket Masuk Terbaru

29 April 2021

5 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kintamani yang Lagi Hits